Siklus Fase Menstruasi Wanita yang Tidak Banyak Diketahui

Meskipun setiap bulannya wanita selalu mengalami menstruasi, tapi tidak banyak yang mengetahui fase-fase menstruasi. Dalam fase tersebut, tubuh wanita mengalami perubahan, khususnya perubahan pada bagian alat reproduksi. Pentingnya untuk diketahui seperti apa saja fase yang dialami oleh wanita selagi mengalami menstruasi. Hal ini penting dilakukan karena bisa mempersiapkan kondisi tubuh dan memaklumi perubahan yang sedang terjadi di dalam tubuh.

4 Fase Menstruasi Beserta Penjelasannya

Terdapat empat fase menstruasi yang dialami oleh wanita, dan dari keempat fase tersebut memiliki keunikan dan perbedaan masing-masing.

  1. Fase menstruasi atau pendarahan (hari 1 sampai 5)

Pada fase ini terjadi peluruhan dinding rahim, sehingga keluar darah melalui vagina. Fase ini berlangsung dari hari pertama sama hari ketiga bahkan hari kelima menstruasi. Banyaknya darah yang keluar diperkirakan 30 ml sampai 40 ml setiap siklusnya.

Pada hari-hari awal menstruasi akan terjadi nyeri di panggul, kaki, punggung bahkan bisa nyeri di daerah kewanitaan. Hal ini dikarenakan adanya konstraksi otot rahim yang disebabkan oleh adanya peningkatan hormon prostaglandin. Kontraksi yang kuat menyebabkan suplai oksigen ke rahim tidak lancar dan muncullah rasa nyeri. Peluruhan dinding rahim juga dikarenakan menurunnya hormon estrogen, maka tak heran bahwa emosional wanita akan meningkat.

  1. Fase folikular (hari 1 sampai 13)

Fase ini yaitu terjadi ketika kelenjar pituitariĀ  melepaskan hormon follicle stimulating hormone yang merangsang folikel dalam ovarium. Fase yang dimulai dari hari pertama sampaiĀ  13 ini sel telur akan matang dan mengeluarkan hormon yang membentuk endometrium sebagai langkah untuk memulihkan dinding rahim yang luruh. Hormon estrogen dan testosteron mulai meningkat sehingga akan meningkatkan kembali mood dan emosional.

  1. Fase ovulasi (hari 14)

Masa ovulasi setiap wanita tidaklah sama, masa ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu berat badan, kondisi tubuh, stress, dan kegiatan olahraga. Dari fase folikular dimana sel telur yang matang akan disalurkan ke tuba fallopi dan proses ini akan bertahan selama 24 jam. Pada fase ini juga disebut fase subur, di mana jika sel ovum dibuahi oleh sperma maka akan menyebabkan kehamilan. Akan tetapi jika tidak dibuahi, maka sel telur yang matang dan tersapu ke tuba fallopi akan mati dan hancur.

  1. Fase luteal (hari 15 sampai 28)

Fase terakhir dalam siklus menstruasi adalah fase luteal. Pada fase ini terjadi pada hari kelima belas sampai 18 di setiap bulannya. Dari sel telur yang tidak dibuahi tadi, maka hormon kehamilan gagal dan tidak bisa mempertahankan lapisan endometrium. Sehingga akan mengakibatkan terjadinya fase menstruasi atau keluarnya darah haid. Fase ini juga bisa disebut fase pra menstruasi yang lebih dikenal sebagai PMS. Fase PMS kerap dialami wanita dengan timbulnya gejala nyeri pada payudara, perubahan mood, dll.

Menstruasi adalah salah satu siklus yang terjadi pada setiap wanita dan sudah merupakan kodrat dari Sang Pencipta. Proses menstruasi akan membentuk sebuah rantai siklus yang disebut fase. Fase menstruasi ini akan membentuk pola hubungan selama satu bulan sehingga setiap bulannya setiap wanita akan mengalami menstruasi. Setiap bulannya tanggal tiba menstruasi akan berbeda-beda dan akan maju satu minggu dari bulan sebelumnya. Jadi perlu dipersiapkan dimaklumi fasenya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *